Search

Keep Update On @Hallomamika

Showing posts with label Vaksin - Penyakit dan Virus. Show all posts
Showing posts with label Vaksin - Penyakit dan Virus. Show all posts

Wednesday, 3 January 2018

Manfaat Kopi dan Teh Bubuk Untuk Mengatasi Jamur Pada Lidah Bayi

January 03, 2018 4 Comments
Kebahagiaan seorang ibu setelah melahirkan, adalah menyusui . Menyusui langsung memiliki berjuta manfaat dan pastinya kebahagiaan tersendiri . Salah satu manfaat dari Direct Breastfeeding yang tidak bisa dikalahkan dengan menyusui lewat dot adalah, bayi yang menyusu langsung jarang terkena jamur pada lidahnya .


Pernahkah mommies melihat warna keputihan yang membentuk bercak seperti pulau atau lapisan berwarna kuning pada lidah bayi? Ya, ini adalah jamur, lebih tepatnya Jamur Candida Moniliasis .

"Jika lapisan di dalam Mulut hanya berwarna putih tanpa ada bercak yang menyerupai pulau, itu hanya lapisan bekas susu ." jelas Dr. Aperita Adiyanti, SPa - DSa yang menangani Mika di Hermina Ciputat .

Karena beberapa hal, ada bayi yang tidak bisa menyusu langsung dengan ibunya . Seperti bayi yang lahir prematur dan harus masuk inkubator, atau bayi yang terlahir kuning dan harus dirawat foto therapy . Pastinya suster jaga akan memberikan asi melalui media lain . Dot - Cup Feeder - Sendok .

Jamur di lidah bayi muncul karena kurang dan tidak terjaganya kebersihan media yang masuk ke mulutnya . Dan jamur adalah spora yang susah mati, walaupun di dalam air mendidih sekalipun . Jika jamur sudah muncul pada lidah bayi, satu satunya yang bisa dilakukan adalah menghilangkan dengan obat khusus jamur .

Tapi ada langkah yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir kemunculan si jamur ini selain menjaga kebersihan alat menyusuinya . Yaitu dengan rutin membasuh atau menyikat lidah dan daerah mulut bayi menggunakan teh dan kopi . Ada buktinya? Ada, anak saya :)

Seperti yang sudah saya ceritakan di post sebelumnya, saat newborn mika harus menjalani perawatan di Perina karena kuning . Dan terkadang diberikan ASI lewat cup feeder saat saya tidak disampingnya . Mungkin di beberapa RS ada sterilizer dan sangat dijaga kebersihan alat" untuk feeding newborn di perina . Tapi tidak berarti semua rumah sakit seperti itu . Jadi mommies harus tetap perhatikan kebersihannya .





Di rumah juga seperti itu . Semua alat harus bersih dah di sterilisasi sebelum menempel pada mulut bayi . Karena jamur amat sangat mudah tumbuh di peralatan yang lembab .

Mika pernah di usianya yang belum 2 bulan, lidahnya mulai menguning . ASI saya pikir . Tapi minumnya kok jadi agak rewel, dan suka menjulur julurkan lidah . Beberapa hari makin menguning dan saya bawa ke DSa setelah sebelumnya googling" yang membuat saya berfikir itu jamur .

Yap, itu jamur . Dan kemungkinan besar dari cup feeder atau dot nya . Padahal mika hanya minum susu dari botol, saat di RS saja . Sama saya selalu direct  breastfeeding . Tapi masih kena juga .

Sama dokter di resepkan obat tetes untuk jamurnya . Tapi sama saudara saya, dibilang untuk oleskan air bubuk teh dan kopi setiap hari . Awalnya saya bingung dan nggak mau macem" . Takut malah memperparah atau membuat mika sakit .

Tapi saya coba dulu ke diri saya, saya browsing" guna teh dan kopi beserta manfaat maupun efek negatifnya . Saya coba ke lidah saya 3-4 hari, dan memang mulut saya lidahnya jadi lebih bersih, yang tadinya ada sedikit putih putih hilang semua, bersih . Dan ada aroma khas teh dan kopi pastinya, tapi yang jelas mulut sama sekali nggak bau tidak enak .

Saya coba dong ke anak saya . Saya gunakan silicon brush untuk menyikat pelan lidah dan daerah sekitar mulutnya . Sebelumnya saya cuci bersih dan steril dulu brush nya . Lalu celupkan ke campuran bubuk kopi dan teh yang sudah diberi air hangat . 5 hari, hilang . Bersih . Menyusu lancar tidak kunyah" lagi . Alhamdulillah . Salep dari dokter saya tetap teteskan sampai menipis jamurnya di awal . Lalu dilanjutkan dengan menyikat mulut menggunakan air teh dan kopi ini . Setiap hari rutin, kalau lagi nggak malas sebenernya haha . Tapi setiap mulai seperti ada putih walaupun hanya lapisan susu, saya selalu sikat dengan air teh dan kopi ini .

Dan mika nggak pernah bau mulut . Bayi nggak mungkin bau mulut? Jangan salah, jamur dan kebersihan mulut sangat berpengaruh ke bau yang dikeluarkan loh . Makanya rutin membersihkan mulut bayi supaya mereka nyaman . Jamur di lidah juga pengaruhnya besar banget di nafsu makan saat usia MPASI . SANGAT BESAR pengaruhnya . Karena lapisan tebal yang ada di atas lidah, mempengaruhi tekstur dan rasa makanan .

Semangat MengASIhi 

HAPPY MOMMIE HAPPY BABY HAPPY FAMILY
dont forget to follow @hallomamika

Monday, 1 January 2018

Alergi Pada Bayi Baru Lahir

January 01, 2018 0 Comments
Menghadapi masalah alergi pada bayi baru lahir memang tidak mudah . Apalagi jika belum pernah menangani alergi pada bayi sebelumnya . Biasanya langsung panik dan maunya bawa ke rumah sakit .
MITOS kulit bayi tidak boleh terkena air susu karena akan menimbulkan iritasi, tidak sepenuhnya mitos . ASI adalah cairan kehidupan, diminum saja manfaatnya sangat banyak, tidak mungkin jika hanya terkena kulit menyebabkan iritasi . Yang benar adalah, kandungan dalam asi nya . ASI ibu nya mengandung zat yang memicu alergi pada bayi .

Mika lahir dengan kondisi alergi yang lumayan parah . 3 minggu pertama, kulitnya beruntus di pipi, dan ada ruam di popok . Saya belum tau kalau mika alergi dairy product, seafood dan hasil ruam di area diaper karena tidak cocok dengan popok . Setelah saya yang menyusui mika, stop makan seafood dan semua produk susu, beruntus di muka berangsur membaik . Setelah saya ganti popok dengan Clodi, dan oles dengan salep pilihan, ruam hilang .

Usia kira'kira sebulan, muncul putih-putih kasar seperti pulau di kulitnya . Bagian perut dan tangan . Diraba juga terasa kasar . DSa bilang itu jamur . Cukup dioles salep dokter dengan tambahan zinc, nanti hilang . Sudah seminggu lebih tidak ada perbaikan . Saya ganti sabun dan shampoo nya . Seminggu hilang . Mika tidak cocok dengan sabun shampoo yang mengandung SLS . Karena kulitnya yang masih sensitif .

Usia mika 2 bulan, baru kamar saya pasang AC . Sebelumnya mika banyak saya bawa tidur di kamar sebelah yang ada AC nya . Sempat batuk-batuk yang saya kira karena debu . Akhirnya saya panggil tukang sedot debu tungau sekalian bersihkan AC kamar . Malamnya langsung secara instant STOP batuk nya .

Banyak pastinya yang suka gemas sama bayi yha . Jadi suka cium sana tempel sini . Naaah, ini nih . Mika setiap dicium kena lipstick atau tempel pipi orang yang pakai bedak etc, langsung gatal, merah . Saya sampai sekarang usia mika 17 bulan, masih NO NO sama make up, kecuali wajib kalau pas ada occasion tertentu . Saya berani galak untuk tidak memperbolehkan manusia dengan make up kiss kiss tempel pipinya ke mika . Harus berani, kalau tidak kasihan anaknya .




Alergi udara panas . Sedikit aja gerah atau berkeringat, lehernya langsung keringat buntet . Pernah dulu ada yang suruh biar mika banyak gerak, dan sempat diajak jemur agak lama . Wih, macam udang rebus anak ogut . Tidak tega banget deh . Ini tidak simple atau sepele . Keringat buntet itu sakit loh . Harus diobati . Kalau dibiarkan, nantinya ruam dan makin banyak lalu jadi bengkak . Masuk deh ke kategori penyakit kulit . Keringat buntet harus dibersihkan dan dijaga supaya tidak lembab . Biasanya ada yang kasih bedak, tapi sebenarnya jangan, itu hanya menutup pori-pori kulit bayi, dan kalau tidak cocok, bisa jadi makin parah .

Mika juga tidak bisa terkena detergen dewasa atau detergen baby yang mengandung SLS . Sensitif banget, langsung merah merah dan gatal . Pada beberapa kasus, bayi dengan sensitivitas kulit yang tinggi, bisa drastis parah kondisi kulitnya walau cuma beberapa menit bersentuhan sama pemicu alerginya . Waspada ya mommies .

Ada beberapa kejadian dimana bayi baru lahir sudah mengalami asthma . Mayoritas karena faktor keturunan . Jarang ditemukan seseorang yang asthma bukan karena keturunan . Asthma termasuk dalam bentuk alergi, karena ada pemicu nya .

Masih banyak alergi lain yang seperti alergi serbuk bunga, bulu hewan, sampai ke tembok dan latex . Kuncinya adalah kenali hal yang tidak biasa pada bayi, dan segera bertindak jika dirasa itu mengganggu kenyamanan nya .

Semangat Mengayangi,
Semangat MengASIhi 

HAPPY MOMMIE HAPPY BABY HAPPY FAMILY
dont forget to follow @hallomamika

Sunday, 31 December 2017

Jaundice Pada Bayi

December 31, 2017 0 Comments

Jaundice atau yang biasa kita kenal dengan sebutan kuning untuk bayi yang baru lahir, disebabkan oleh peningkatan kadar bilirubin dalam darah . Lebih jelasnya bisa dilihat di link ini Seperti biasa saya hanya share dari pengalaman saya saja .

Mikail lahir pada Rabu, 27 Juli 2016 jam 02.05 pagi, saat usia kehamilan saya 38minggu 2hari lewat persalinan normal, alhamdulillah . Proses IMD setelah mika lahir nggak berlangsung lancar . ASI saya nggak keluar, lebih tepatnya belum keluar .Disitu saya belum panik . Saya mulai agak takut saat mengASIhi mika di paginya, dan saya merasa yakin asi nggak keluar . Saya tanya suster, jawabannya "nanti juga keluar kok bu ." Oke, karna saya belum pernah nyusuin, saya percaya percaya aja .

Pas mulai malam, wih.. mika ngamuk terus, nggak bisa tidur . maunya digendong . mana malam pertama saya di RS sendirian loh, cuma ditemenin bibi . Bibi ga brani gendong, saya juga ga brani ngasih . Disitu saya bilang susterya, kl asi saya pasti nggak keluar . Mika pasti haus . Susternya langsung nawarin susu formula . Aduh, nggak tega . Masa saya nyerah gitu aja sih?

Akhirnya jam 5 pagi, mika dibawa suster buat mandi dan jemur . Saya disitu bukan tidur, tapi perah PD pakai tangan, sambil menangis . Iya, menangis . Saya takut saya tidak bisa kasih mika asi, tidak bisa menyusui . Itu saya benar" sampai capek dan akhirnya ketiduran . Tidak lama, jam 8 an, mika sudah di balikan ke saya . Cinta pertama saya sama siapa? Sepertinya sama anak mungil di depan saya itu . Pules banget tidurnya, saya juga jadi ikutan pules tidak lama kemudian .

Tapi namanya baru melahirkan, yang mau lihat juga banyak . Dari kemarin, banyak banget yang berkunjung ke RS mengucapkan selamat dan melihat mika . Untungnya kalau siang mika tidur . Kalau malam baru konser .

ASI saya akhirnya baru keluar di hari Jumat, jam 10 pagi setelah dipijat laktasi sama suster RS . Itu sakit nyaaaa, bukan main . sakit banget . tapi keluar deres banget . Di taruh digelas sampai 2 gelas se ukuran gelas aqua . Dan alhamdulillah kuning banget, yes that's what colostrum look like dear . I'm crying, again . Saya langsung nyusuin mika, dan alhamdulillah dengar "Gluk Gluk Gluk" pas mika minum, luar biasa, bahagia banget rasanya .




Hari itu waktunya mika keluar RS, sebelumnya, saya di kasih tau dokter anak yang menangani mika, mengenai kondisinya saat itu . Alhamdulillah normal, baik, sehat . Namun ada indikasi yang menjurus ke kuning . karena kadar bilirubin nya sudah diatas 10 . Disitu dokter nanya ke saya mau rawat lagi atau pulang . Keluarga menyarankan pulang . Walaupun hati saya dan suami ada rasa lebih baik stay dulu di RS . Ini anak pertama kami, dan kami jg benar" belum ada pengalaman dan pengetahuan menghadapi jaundice . Tapi akhirnya, mika dibawa pulang .

Sepanjang jalan pulang, ASI saya rembes . Basah sampai ke kursi mobil . dan mika ikut kuyup karena saya yang pangku di mobil . Sampai dirumah saya mandi . Segar banget walaupun masih ada ngilu sana sini .

Selama 3 hari dirumah, saya perhatikan mika makin kuning . kulit, mulut bahkan yang paling jelas terlihat di putih mata yang berubah menguning . saya tau mika kuning . jadi waktu kontrol di hari ke 6 usianya, saya lumayan menyiapkan diri untuk mika rawat . tapi pas hasil tes darah menunjukan bilirubin di 14,99 saya tetap menangis . saya memutuskan untuk ikut menginap di rs menemani mika . tidak mau pulang . malam pertama disana, saya ditemani sama mertua, karena ndilalah (bahasa jawa ini artinya kebetulan, haha) suami saya diare dan harus stay dirumah .
Mika 3 hari dirawat di Perina . Setiap 3-4 jam sekali sejak masuk rawat inap, saya pumping atau direct breastfeed . di hari pertama, mika tidak mau ditaruh di box bluelight . Saya peluk sambil duduk, kadang sambil DBF . saya yang ngeri ketiduran . kira" 5 jam saya pangku, gendong, dan menyusui mika bolak balik di perina pas hari pertama itu . Hari kedua setelah cek hasil lab, dokter memutuskan untuk menambah lampu jadi 4 . Sedih banget rasanya liat mika dijemur dibawah lampu panas . Kulitnya sampai hitam, kering dan mulai mengelupas . Sudah tidak ke hitung lagi berapa banyak mulut saya mengucap dzikrullah selama 3 hari disana .




Bilirubin mika waktu keluar Perina di hari ketiga, turun jadi 9,82 . Lampu hijau, sudah boleh pulang . Alhamdulillah dong .

Bilirubin Mika di usia 6 hari

Tapi, selama saya pantau dirumah, kuning nya masih ada . dan makin hari makin kuning . Kontrol lagi, dan pas cek darah, bilirubin naik lagi ke 16,99!!!! Langsung menangis . Disitu saya di temani suami . Jadi tidak se hancur waktu mika masuk perina pertama kalinya .

Akhirnya mika rawat lagi selama 3 hari, lagi . Pakai 4 lampu, lagi . Kulitnya makin mengelupas, dan warna putih di kulitnya sudah tidak bersisa . Kulit mika sudah berubah hitam hasil bluelight .

Hari kedua, ada test darah lanjutan, direct indirect . Hasilnya muncul keesokan harinya .

Bilirubin Mika di usia 11 hari

Dari hasil test direct indirect, disimpulkan bahwa mika mengalami BREASTMILK JAUNDICE . Yaitu kuning yang disebabkan oleh ASI . Ya Allah, apa asi saya salah? saya sudah berfikir aneh" banget . rasa takut muncul lagi . kayak menyalahi diri sendiri karena pernyataan dokter tadi . Dokter bilang BMJ itu langka, 1:1.000.000 dan emang belum ada yang tau penyebabnya . Trus kudu piye??

Dokter me resep kan puyer untuk menekan kadar bilirubin nya . Dalam hati kok ya bayi sekecil ini sudah harus kena obat . Tapi dokter bilang itu harus kalau saya masih mau melanjutkan mengASIhi dan tidak mau ganti ke susu formula .

Saya menurut kata dokter dan memberi mika puyer obat setiap harinya selama 10 hari . Lalu kami kembali kontrol .

Perawatan Jaundice Pada Bayi

December 31, 2017 0 Comments
Pengobatan paling efektif untuk bayi kuning adalah PHOTO THERAPY . Dilakukan di Rumah Sakit dengan Dokter dan Suster yang memantau 24 jam .


Foto terapi adalah pengobatan menggunakan sinar . Proses foto terapi bertujuan untuk menambahkan oksigen ke dalam darah, untuk memecah bilirubin sehingga lebih mudah dikeluarkan dari tubuh . Proses ini dinamakan OKSIDASI .

Ada 2 macam jenis foto terapi, yaitu :
  • Konvensional . Bayi diletakan didalam box lalu disinar dengan lampu halogen atau neon khusus . Jumlah lampu disesuaikan dengan keadaan bilirubin bayi . Biasanya dokter menambahkan jumlah lampu jika dirasa bilirubin sangat lambat turunnya .
  • Serat Optik . Bayi diletakan di dalam box diatas selimut yang terhubung dengan kabel serat optik . Cahaya dari kabel serat optik akan menyinari kulit bayi . Cara ini lebih cepat dari konvensional, karna faktor jarak cahaya yang mengenai kulit bayi .




Jika kadar Bilirubin pada bayi SANGAT TINGGI, dokter akan menganjurkan TRANSFUSI TUKAR . Yaitu menukar darah dalam tubuh bayi . Bayi akan dihubungkan dengan selang yang dapat mengeluarkan darah di dalam tubuhnya . Dan akan diganti menggunakan darah donor dengan kadar bilirubin yang baik / normal . Setelah 90-120menit, akan di cek lagi hasil bilirubinnya, jika normal berarti transfusi sukses dan bayi sudah tidak kuning . Jika kadar bilirubin tidak ada perubahan atau bahkan memburu, transfusi akan diulang .

IMUNOGLOBULIN INTRAVENA (IVIG) . Imunoglobulin adalah cairan antibodi berupa protein penghancur penyakit, yand didapatkan dari donor yang sehat . IVIG dilakukan jika Jaundice disebabkan oleh infeksi . Terapi ini adalah jalan terakhir jika fototerapy maupun transfusi tidak berhasil . IVIG dimasukan kedalam tubuh bayi, melalui pembuluh Vena .

Selama proses perawatan, ada hal yang tidak boleh dilupakan seorang ibu . MENYAYANGI dan MENYUSUI . Terus berada disamping bayi agar dia tau ibunya ada disampingnya, bisa mendengar detak jantung ibunya yang slama ini didengar dari dalam perut . Hal itu sangat menenangkan bayi . Tetap menyusui, karna ASI adalah cairan kehidupan paling hebat untuk bayi . Dan semakin banyak bayi minum, akan semakin banyak bilirubin yang keluar lewat BAB dan air pipisnya .

Semangat MengASIhi 

HAPPY MOMMIE HAPPY BABY HAPPY FAMILY
dont forget to follow @hallomamika

Friday, 22 December 2017

TIFUS PADA BAYI

December 22, 2017 0 Comments

TIFUS ! Identik sama sakit perut dan diare. Biasanya korban penyakit ini adalah orang yang doyan jajan sembarangan atau main kotor”an . Intinya sih jorok . Begitu pemikiran mayoritas mengenai penyakit ini . Lebih spesifik tentang tipes bisa dibaca disini yha .

Artikel ini saya buat dengan tujuan memberi warning kepada para orangtua, khususnya para mommies mengenai penyakit ini . Saya lebih ke sharing aja sih tentang pengalaman saya, waktu menghadapi anak saya tipes, baru beberapa bulan lalu .

Waktu itu kami sekeluarga baru pulang dari liburan singkat ke jogja dan solo . Selama disana, mika (14 bulan) makan bersama dengan semuanya . Hanya saya tetap control apa yang boleh dan tidak . Kebanyakan kami makan di hotel dan restoran yang bisa dibilang udah ‘aman’ karna udah dikenal dimana-mana . Dan selama disana pun, mika nggak ada indikasi kolik ataupun diare . Bahkan sampai saat kembali ke rumahpun masih sehat dan bugar . Sakitnya dimulai dari H+3 setelah kembali dari liburan .




H+0 : Mika mulai berkurang nafsu makannya, dan malam udah mulai rewel tidurnya . Tapi masih mau tidur diletakkan di kasur . Pupup normal .

H+1 : Lidah mulai berwarna lebih merah dari biasanya, dan mulai ada lapisan warna kekuningan di atasnya . Mulai nolak makan dan badannya udah mulai keluar keringat padahal udaranya normal . Kayak sumuk gitu . Saya perbanyak cairan aja seperti jus sama air putih . Mika masih ASI yha, nggak ada tambahan sufor . Pupup normal .

H+2 : Mulai anget sekitar 37,++ dan mulai megangin kepalanya . Saya yakin dia sakit kepala . Saya masih kasih essential oil untuk meredakan demam dan sakit kepalanya, Alhamdulillah mendingan langsung turun panasnya dan bisa tidur . Mau makan sedikit lebih baik dr kemarin . Pupup normal . Masuk malam, mulai rewel lagi dan mulai ada batuk kering . Nggak mau tidur kalo nggak digendong . Kadang tiba” nangis kejer dan susah ditenangin . Dan cuma mau sama mamanya aja . Tengah malam naik lagi panasnya jadi 38,++ . Saya minumin penurun panas . Ini sampe pagi kayak gini . Akhirnya saya putuskan bawa ke dokter .

H+3 : Saya langsung bawa Mika ke RS. Hermina Ciputat . Dokter mika yang regular lagi ke LN ada urusan . Jadilah ganti dokter yang available aja . Beliau bilang cuma radang dan efek perubahan cuaca . Dikasih obat puyer aja . Saya pulang dengan perasaan ‘agak’ lega . Walaupun seharian mika masih lumayan rewel, nggak mau makan dan nggak pupup juga . Saya tekan perutnya kok keras yha? Padahal blm pupup cuma sehari . Khawatir, iyha pastinya . Tapi saya tunggu aja, mungkin karna efek obat atau karna batuk .

H+4 : Nggak ada perubahan . Nyaris sama seperti kemarin . Tapi seharian ini anak nggak tidur . Makan cuma mau biscuit 1 keping . Malam nangis makin kejer . Dan narik” rambut sambil mulai megangin perut . Ya Allah ini kenapa . Saya bingung banget deh . Udah beberapa hari nggak tidur, anak tiba” nangis kejer berkali-kali kayak kesakitan . Bukan kayaknya lagi, saya tau dia kesakitan, dan saya tau sakitnya di perut dan kepala . Tapi saya nggak tau harus gimana saat itu . Saya hanya bisa gendong terus sambil nyusuin .  Mika udah nggak pupup dari kemarin .

H+5 : Saya kembali ke dokter yang kemarin lagi . Saya ceritakan apa yang terjadi kemarin sampai pagi ini . Dokternya cuma nyuruh saya sabar dan habiskan obatnya . Penyembuhan butuh proses katanya . Dan mika masih cuma dinyatakan radang biasa . Saya nggak yakin loh . Bener deh . Saya sering menghadapi mika waktu radang . Tapi nggak begini . Malamnya masih seperti sebelumnya . Total udah mau 5 hari mika nggak dapat tidur yang berkualitas .

H+6 : Saya nggak berhenti browsing dan tanya sana sini tentang gejala yg dialami anak saya . Sampai waktu saya googling dan memasukan smua gejala yang dialami anak saya, muncul kalimat tifes . Saya baca banyak artikel mengenai tifes bada bayi, namun jarang sekali yang sharing cerita lengkapnya . Entah kenapa saya merasa kalau mika tifes . Saya bilang ke suami, tapi beliau yakin bahwa mika hanya demam biasa dan radang, sama seperti kata dokter . Saya masih curiga mika tifes, dan sudah nyaris yakin . Baiklah, besok saya harus ke dokter .


H+7 (1): Saya chat teman saya yang kerja di RS Yadika Tanah Kusir, untuk minta bantuan tes widal supaya cepat keluar . Kebetulan dia petugas lab disana . Sayang dia lagi cuti . Tapi alhamdulillah dia menugaskan temannya untuk membantu saya . Akhirnya jam 3 sore saya berangkat ke RS Yadika untuk test darah mika . Selama menunggu, saya terus berdoa smoga yang saya takutkan itu nggak bener . Tapi ALlah berkehendak lain, hasil tifesnya positif . Saya buka sendiri amplopnya . Untuk memastikan, saya tanya sepupu dan bude saya yang dokter . Dan mereka juga meyakinkan saya bahwa hasilnya positif . Kami pulang kerumah, lalu kembali ke RS Yadika untuk konsultasi dengan dokter . Saat kembali ke RS, saya sudah sekalian membawa Koper dengan perlengkapan mika . Pakaian, Mainan, Bantal Guling, Skin Care dan Keperluan lainnya . Saya ada feeling mika akan dirawat . Kami konsultasi dengan Dr. Rina yang dulu juga pernah menangani mika saat DSa regularnya tidak ada . Dan ya, setelah berkonsultasi dan beliau mengecek hasil lab, mika diwajibkan rawat inap . Sedih? Jangan ditanya lagi . Tapi yang bikin hati saya hancur baru akan dimulai .






Mika dirawat selama 3 hari dimulai dari malam kedatangan kami saat konsultasi ke dokter .

H+7 (2) : Masuk ke ruang rawat inap jam 9 malam, setelah bersih" dan ganti pakaian tidur, mika diminta ke ruang tindakan untuk di infus . Disini, pertama kalinya saya melihat menyaksikan mika nangis jeker mohon mohon sama saya . Dia ketakutan . Nggak mau dibedong, nggak mau diinfus . Bahkan dia teriak teriak "NGGAK MA, NGGAK MA, NGGAK MA" berkali kali sampai sesenggukan saat ditidurkan untuk dipasang infusnya . Saya udah nggak tega banget, rasanya pengen ngangkat anak saya dan nggendong saya tenangin . Tapi kalau nggak diinfus, kapan sembuhnya? Alhamdulillahnya hanya sekali tusukan dan infus sudah berhasil masuk . Dilakukan tes alergi, untuk mengetahui apakah akan alergi terhadap antibiotik yang mau diberikan apa tidak, untuk diberikan sejam kemudian . Setelah itu, saya gendong beberapa jam sebelum mika mau ditidurkan sendiri di kasurnya . Alhamdulillah, dia akhirnya bisa tidur setelah beberapa hari kurang istirahat .

H+8 : Mika bangun jam 9 pagi, dan saya melihat bentol tes alergi di tangan mika semakin memerah . Saya panggil suster, tapi dia cuma bilang bahwa itu reaksi normal karna bekas tusukan aja, bukan reaksi alergi . Oh, begitu . Baiklah . Hari ini berlangsung normal, mika banyak tidur, selalu nangis saat pemberian obat, nonton tv, makan sudah ada yang masuk walaupun sedikit . Beberapa kerabat menjenguk . Mika minta lari kesana kesini, dan saya dibelakangnya jagain sambil megangin tiang infusan . Alhamdulillah sudah sangat aktif . Alhamdulillah . Malamnya, jam 8 mulai diare . Kenapa? Sebelumnya nggak diare . Nggak ada respon pasti dari susternya . Tidur nggak senyenyak kemarin . Jam 10 masuk kantong kedua antibiotik, dan saya reflex bertanya sama suster apakah diare mungkin karna nggak cocok sama antibiotiknya? Susternya jawab "Nggak bu, kan dari kemarin nggak kenapa kenapa . Mungkin karna makanannya aja, nanti kita ganti yang lebih gampang dicerna ." Loh, kalo susah dicerna harusnya konstipasi dong yha, bukan diare . Saat ganti jam jaga suster, dia ngecek infusan dan ngoprak ngaprik karna nggak gerak, eh sambil nlp aja loh dia . Astagfirullah .  Sampai jam 3 pagi, lebih dari 5 kali infusan di cek dan di utak atik . Sebanyak itu juga mika nangis dan merasa terganggu .




H+9 : Jam 7 pagi, darah di infusan mika naik sampai cukup jauh ke atas . Saya panggil suster lagi, di utak atik lagi . Beberapa kali sampai jam 11 . Saat dokter visit, beliau menyarankan infus diulang dan dipindah . Hati saya yang sudah hancur karna kejadian kmrn, nggak bisa makin hancur lagi . Karna memang harus saya yang nemenin untuk diinfus . Suami saya kerja . Setelah drama ganti infusan ke tangan sebelahnya, mika saya gendong beberapa waktu dan akhirnya tidur dan pindah ke kasur . Belum ada 1 jam, darah naik lagi ke atas . Saya panggil suster lagi, dan suster bilang untuk ganti lagi infusannya . TIDAK !!!! Saya nggak mau, saya nggak kuat, saya nggak tega . Disitu saya minta saran suami dan keluarga untuk bawa mika pulang aja, saya lanjutkan rawat di rumah . Dan ya, setelah mengurus administrasi dll, kami pulang ke rumah . 
Walaupun minimal rawat inap di RS adalah 3 hari untuk pasien tifes, tapi saya yakin insyaallah saya bisa melanjutkan merawat mika dirumah . Saya nggak mau mika trauma karna RS . Banyak kejadian di RS yang bikin mika takut . Dia tau bunyi sepatu salah seorang suster pas mendekat, dan dia langsung mendekat dan memeluk saya ketakutan . dan kasur di RS nggak senyaman dirumah, istirahat nggak bisa maksimal . Home Sweet Home .

Sampai di rumah, mika mandi, makan dan minum obat . Alhamdulillahnya, makannya banyak . Nyaris habis 1 porsi . Masih diare, tapi sudah nggak megangin perutnya lagi . Tapi saat minum obat, nangis kejer seperti di RS . Padahal sebelum masuk RS, nggak pernah susah kalau minum obat . Ini yang saya takutkan, Trauma . Mulai muncul bintik" merah di tangan dekat bekas infusan, kaki dan punggung . Saya hanya kasih cream katna saya pikir itu reaksi gatal karna antibiotik .

Malamnya, mika masih agak rewel dan masih banyak minta digendong . Beberapa kali diare, dan beberapa kali terlihat lemas .

H+10 : Hari ini agak lebih baik, tapi masih diare . Dan kulit sekitar lubang anusnya memerah iritasi . Ini saya yakin efek antibiotik . Bahkan bekas infusan dan tes alergipun masih merah dan sekitarnya ada beberapa bentol . Saya nggak mau dan nggak perlu nanya lagi ke RS untuk memastikan ini alergi antibiotik . Saya pakaikan clodi dan selalu bersihkan air hangat serta oleskan krim khusus rash . Malamnya, mika sudah mau tidur sendiri setelah sebelumnya kenyang menyusu . Disitu, pertama kali saya tidur nyenyak setelah 10 hari . Mika bangun besoknya jam 7 pagi, mandi air hangat dan sarapan .